Jokowi Soal Kereta Cepat JKT-BDG: Saya Ingin Kerja, Bukan Ramai Berdebat


Mojokerto -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diselesaikan dengan bekerja, bukan berdebat. Sehingga, proyek tersebut rampung sesuai target yang ditentukan.

Jokowi mencontohkan, proses pembangunan infrastruktur kereta cepat di China. Di China dalam kurun 8 tahun bisa mengerjakan 16.000 kilometer (km) jalur kereta cepat.

Berarti, dalam setahun  bisa menggarap sekitar 2.000 km. Jokowi mengatakan, capaian di China perlu dicontoh dan ditiru Indonesia. 

"Kita baru mengerjakan Jakarta-Bandung saja ramai. Berapa kilo sih, 150 kilometer tapi ramai," ujar Jokowi saat berpidato di sela acara peresmian pengoperasian tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Seksi IV Krian-Mojokerto di gerbang tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/3/2016).

"Saya ingin mengubah ramainya. Ramainya kerja, nggak ramai debat. Ramai saling bicara terus-terusan nggak rampung-rampung. Bayangkan, mereka (China) sudah 16 ribu, kita mau melangkah 150 kilometer saja setahun lebih ramai saja," tambah Jokowi.

Jokowi juga meminta  kepada kepala daerah sering turun ke lapangan, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Masalah-masalah itu akan selesai kalau lapangannya dikuasai. Tapi kalau tidak berani memutuskan, tidak rampung-rampung," jelasnya

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Izin Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), untuk proyek kereta cepat Bandung-Jakarta, pada Jumat (18/3/2016). 

Izin ini terbit setelah ditandatanganinya Perjanjian Konsesi Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada 16 Maret 2016 dan dilanjutkan penerbitan Izin Usaha Penyelenggaraan Prasarana Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung pada 17 Maret 2016.

finance.detik.com/

Tidak ada komentar: