Kejar Wajib Pajak di Luar Negeri, RI Belajar ke AS


Jakarta -Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo melakukan rangkaian perjalanan untuk bertemu para petinggi negara sektor keuangan dalam berbagai forum keuangan bertaraf internasional.

Salah satu agendanya adalah pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Jacob Lew. Kedua menteri membicarakan tindak lanjut dukungan dan kerja sama program peningkatan tata kelola dan administrasi perpajakan di Indonesia, khususnya kesempatan mempelajari sistem administrasi perpajakan di AS.

"Amerika memiliki kebijakan yang bernama Fatca (Foreign Account Tax Compliance Act) yang membuat orang Amerika di manapun berada harus melaporkan pajaknya," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasil Nazara saat berdiskusi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Indonesia tertarik mempelajari tata cara pelaksanaan kebijakan tersebut mengingat banyak orang kaya Indonesia yang menyimpan dana dan asetnya di luar negeri sehingga tak terjangkau pajak.

Dengan bantuan dari Amerika, diharapkan dapat dihasilkan satu produk kebijakan yang sama untuk mendorong kepatuhan pajak warga Indonesia meskipun berada di luar negeri.

"Hebatnya Amerika, meskipun warganya ada di luar negeri, tapi pajaknya bisa dilacak. Bisa memaksa warganya tetap lapor pajak. Itu yang mau kita pelajari," bebernya.

Dalam agendanya di luar negeri, Bambang dan Agus juga menghadiri pertemuan lain yakni rangkaian Pertemuan Musim Semi Bank Dunia-International Monetary Fund (The IMF-World Bank Spring Meetings) di Washington D.C, Amerika Serikat.

Kegiatan utama dalam pertemuan tersebut adalah diskusi tingkat tinggi antar Menteri Keuangan dan Menteri Pembangunan negara-negara yang hadir untuk membahas isu terkini di sektor ekonomi. 

Di samping kegiatan utama tersebut, diselenggarakan sejumlah pertemuan tingkat menteri lainnya dan pertemuan bilateral berbagai negara.

Menkeu Bambang pun melakukan pertemuan-pertemuan penting lain seperti dengan Menteri UKM Australia terkait penyiapan proyek-proyek investasi infrastruktur juga pertemuan dengan Presiden Islamic Development Bank (IDB) dan Wakil Perdana Menteri Turki untuk membahas pendirian Mega Islamic Bank (MBI).

Tidak ada komentar: