Mengenal Lebih Dekat Panel Surya Penghasil Listrik di China

Tianjin -Indonesia tengah fokus untuk menggenjot pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW) hingga tahun 2019.

Wajar saja, mega proyek tersebut sengaja digeber untuk dapat mengatasi kendala mati listrik di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, berbeda dengan China. Negeri Tirai Bambu ini tengah asyik menggalakkan program panel surya, di mana listrik dihasilkan dengan mengandalkan kemampuan sinar matahari.

detikFinance bersama 9 jurnalis dari perwakilan negara-negara ASEAN lainnya berkesempatan menengok langsung cara kerja panel surya ini, di 8Xing an Road, Jiuyuan Industrial Zone, Baodi,District,Tianjin, China, Jumat (22/4/2016).

Lokasi tersebut merupakan markas besar SunCan Co.,Ltd dan juga Beijing Shouhang Resources Saving Co., Ltd (SH Resources Saving).


markas besar SunCan Co.,Ltd dan juga Beijing Shouhang Resources Saving Co., Ltd (SH Resources Saving)



Perjalanan menuju kawasan industri tersebut cukup jauh dari Beijing. Bisa ditempuh sekitar 3 jam dengan kondisi lalu lintas normal.

Sekitar pukul 15.42 waktu setempat, rombongan tiba di lokasi. Udara di lokasi ini cukup dingin seperti kawasan Puncak, Indonesia. Namun, matahari tetap menyingsing.

Kawasan industri Tianjin sangat berbeda dengan kawasan industri di Jakarta, Indonesia. Di kawasan industri ini suasananya sunyi, rapi, bersih, dan tertib. Selain SunCan, tampak berjejer industri lainnya seperti Hitachi.

"Kami fokus di solar power. Menghasilkan listrik dengan tenaga matahari. Produk kami tidak hanya di China tapi internasional termasuk Indonesia," ujar Founder and CEO SunCan Co., Ltd, Zhihao Yao.


Founder and CEO SunCan Co., Ltd, Zhihao Yao.


Menurut Yao, solar power merupakan salah satu energi baru terbarukan yang lebih bersih untuk menghasilkan listrik.

Beberapa negara telah menerapkan program ini, di antaranya 10+100MWe Molten Salt Tower Plant di Dunhuang, China, SunCan 10 MW Molten Salt Tower, Solar Thermal Tower Plant 20 MW di Spanyol, Solar Thermal Tower 110 MW di Amerika Serikat, Solar Thermal Tower di Afrika Selatan, Solar Thermal Trough Plant di India, Sola Thermal 160 MW di Moroko.

"Banyak manfaat menggunakan solar power. Sangat bersih. Kita harus melihat jangka panjang. Dalam 5-10 tahun ke depan akan terasa manfaatnya. Keuntungannya bisa terlihat jangka panjang," ujar Chen Han, Engineer SunCan Co.,Ltd menambahkan.



Dia menyebutkan, soal harga solar power memang lebih mahal dibandingkan pembangkit listrik. Namun, ini merupakan investasi jangka panjang. Ke depan, yang akan banyak digunakan adalah energi baru terbarukan.

"Harga tergantung kapasitas. Misal untuk 24 jam beroperasi, 100 MW, menghabiskan biaya 3 miliar RMB (Renminbi). Contoh lain, 1.000 MW bisa mensupport 200.000 jam," sebut dia.



Bagaimana jika tidak ada matahari alias mendung?

"Turbine engineering itu menyimpan listrik. Jadi, kalau tidak ada matahari ya bisa dikombinasi dengan gas. Kita hanya butuh lahan, tidak perlu tower, tidak ada polusi," ucap Chen.



Setelah berdiskusi, rombongan pun diajak berkeliling melihat surya panel dan cara kerjanya.

Di sekitar markas besar SunCan, tampak berjejer solar power. Solar power di pasang di sisi kanan kiri kantor. Bagian lempengan baja menghadap ke atas menangkap sinar matahari.

Di lokasi dekat solar power tersebut terdapat ruang steam. Sebelum air menuju boiler, terlebih dulu air masuk ruang steam, setelah itu diproses di mesin boiler untuk kemudian diproses hingga menghasilkan listrik.

Informasi saja, SunCan didirikan tahun 2012 dan merupakan perusahaan joint venture dengan Beijing Shouhang Resources Saving Co., Ltd (SH Resources Saving), salah satu perusahaan manufaktur terbesar di China. 

Juga merupakan perusahaan teknologi tinggi yang mengkhususkan diri dalam jasa penelitian dan pengembangan, desain, dan sistem pendingin udara pembangkit listrik atau supplier Air Cooling Condenser (ACC) untuk steam power plant di China.

SH Resources Saving tercatat di bursa saham, Shenzen Stock Exchange. SunCan sendiri fokus dalam bisnis R&D, EPC, dan industrisolar power, solar fuel, dan solar thermal energy.

Tidak ada komentar: