Tumbuh 0,6% di Triwulan I, Ekonomi Eurozone Pulih Lebih Cepat


Jakarta -Berdasarkan data statistik, ekonomi 19 negara pengguna mata uang Euro (Eurozone) di triwulan I 2016 tumbuh 0,6% atau lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Seperti dikutip dari BBC, Jumat (29/4/2016), angka tersebut naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 0,3%, dan juga di luar ekspektasi para ekonom yang memperkirakan sebesar 0,4%.

Meski demikian, badan statistik Eurostat mengindikasikan 19 negara Eurozone dilanda deflasi. Eurostat mencatat, inflasi Eurozone mencapai minus 0,2% di April tahun ini, lebih rendah dibandingkan Maret.

Eurostat juga mencatat angka pengangguran di Eurozone turun ke 10,2% di Maret. Angka ini merupakan yang terendah dalam 4,5 tahun terakhir.

Angka pertumbuhan triwulan I tersebut menunjukkan ekonomi di Eurozone saat ini lebih kuat dibandingkan saat kondisi krisis keuangan yang dihadapai kawasan itu 8 tahun lalu. Selain itu, saat ini Eurozone juga diuntungkan dengan turunnya harga minyak dan mata uang Euro, khususnya Jerman.

Pelonggaran kebijakan anggaran pemerintah telah membuka peluang bagi pemanfaatan sumber daya alam di sejumlah negara sarat utang di kawasan itu. Menurut Howard Archer, ekonom IHS Global Insight, ke depan zona euro harus dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan sekitar 0,4% kuartal-ke-kuartal.

Namun, dia juga mengingatkan laju pertumbuhan itu bisa saja mereda dalam tiga bulan sampai Juni.

"Ketidakpastian dan masalah ekonomi global masih menjadi rintangan untuk pertumbuhan Eurozone, yang tidak hanya bisa membatasi ekspor tetapi juga dapat menghambat bisnis dan kepercayaan konsumen," katanya.

Tidak ada komentar: